Hati- Hati Investasi Bodong Skema Ponzi, Berikut Ciri-cirinya

By: admin

Salah satu modus penipuan investasi yang saat ini paling sering kita temui adalah skema Ponzi. Pasalnya, investasi ini menawarkan hasil return yang sangat tinggi dalam jangka waktu yang singkat. Jika Anda betul-betul memahami bagaimana konsep investasi yang sebenarnya, Anda tentunya lebih memilih investasi obligasi daripada skema Ponzi ini.

Adapun bagi yang baru saja belajar mengenai investasi, ada baiknya jika Anda juga mengetahui apa skema Ponzi ini. Anda juga harus tahu bagaimana cirinya dan cara tepat untuk menghindarinya. Untuk itu, simak penjelasannya berikut ini hingga selesai.
Apa Sebenarnya Skema Ponzi ini?

Informasi mengenai skema Ponzi ini sebenarnya bisa Anda cari dan temukan melalui mesin pencari di internet. Dari sana Anda akan bisa mengetahui bahwa skema Ponzi adalah sebuah modus investasi palsu.

Jenis investasi ini akan memberikan keuntungan kepada para investor dari uang mereka sendiri atau uang yang dibayarkan oleh investor selanjutnya. Dengan kata lain, keuntungan tersebut bukan diperoleh dari individu atau organisasi yang menjalankan skema ini.

Cara kerja skema Ponzi ini umumnya memberikan keuntungan kepada anggota yang lebih dahulu bergabung. Anggota ini akan mendapatkan keuntungan dari anggota yang bergabung setelahnya di kemudian hari.

Semua anggota yang telah bergabung dalam investasi skema Ponzi ini akan dibagi dalam beberapa level. Level tertinggi atau puncak akan ditempati oleh orang yang pertama bergabung. Lalu anggota yang selanjutnya akan berada di bawahnya. Dari sini bisa Anda lihat seperti apa bentuk dari skema Ponzi ini, yakni piramida.

Dengan bentuk piramida tersebut, sangat jelas bahwa jumlah anggota yang berada pada tingkatan paling atas jumlahnya lebih sedikit. Utamanya bila Anda bandingkan dengan tingkat yang paling bawah. Metode skema Ponzi seperti ini sudah barang tentu menyalahi konsep investasi itu sendiri.

Ciri-Ciri Skema Ponzi

Skema Ponzi sudah terkenal sejak tahun 1920. Saat itu ada seorang warga Italia yang melakukan penipuan dalam jumlah besar. Ia adalah Charles Ponzi. Ketika itu ia berhasil meraup uang senilai 7 juta dollar AS.

Nah, praktek penipuan investasi bodong seperti ini pun terjadi di masa sekarang. Agar Anda tak terkena jebakan investasi bodong, sebaiknya ketahui ciri-ciri investasi dengan menggunakan sistem Ponzi tersebut.

Keuntungan bisa diterima dalam waktu singkat

Semua investasi pastinya menawarkan keuntungan. Namun keuntungan tersebut yang tingi sudah pasti diiringi dengan risiko yang juga tinggi dalam jangka pendek. Makanya, apabila investor ini mendapatkan keuntungan yang maksimal maka jangka waktu investasinya juga harus panjang seperti halnya investasi obligasi.

Adapun skema Ponzi tak menawarkan hal demikian. Investasi dengan skema ini menawarkan keuntungan besar serta dalam waktu dan tanpa risiko sama sekali. Jika sekali waktu Anda menerima tawaran investasi seperti ini maka lebih baik pergi dan abaikan.

Rekrut banyak investor = komisi besar

Ciri-ciri yang paling utama dan juga tampak jelas pada skema Ponzi ini adalah Anda akan mendapat keuntungan atau komisi besar. Terutama ketika Anda berhasil merekrut investor baru dan bergabung di bawah Anda.

Keuntungan besar yang Anda terima tersebut berasal dari modal awal yang baru saja disetor oleh para investor baru. Jika rekrut investor baru mengalami kendala maka ini akan berdampak pada keuntungan untuk para anggota lama.

Tidak jelas produknya

Investasi bodong dengan skema Ponzi tidak fokus pada produk. Skema ini lebih memfokuskan pada keuntungan investasi yang besar dalam waktu yang singkat. Apabila Anda mendapatkan penawaran investasi yang seperti ini maka Anda tak boleh serta merta mempercayainya. Lantaran, ini bisa jadi skema Ponzi yang akan merugikan diri Anda nantinya.

Produk investasi merupakan milik asing

Biasanya trik penipuan yang menggunakan skema Ponzi ini akan memberikan alasan bahwa produk investasinya adalah milik asing. Untuk itu Anda harus berhati-hati jika mendapatkan penawaran untuk berinvestasi pada instrumen investasi seperti ini. Lebih baik Anda investasi obligasi yang sudah jelas daripada uang Anda melayang akibat investasi bodong.

Tak memiliki izin resmi atau terdaftar OJK

Indonesia memiliki lembaga yang mengawasi kegiatan investasi yakni OJK dan BAPPEBTI. Apabila ada perusahaan yang menawarkan investasi namun tak terdaftar pada dua lembaga ini maka jangan tergoda untuk berinvestasi.

Lebih baik Anda mempelajari cara investasi obligasi dan berinvestasi melalui aplikasi yang sudah jelas izinnya seperti Aplikasi digibank by DBS.

Cara Menghindari Skema Ponzi

  • Supaya Anda tak tertipu investasi bodong, maka Anda perlu mengetahui bagaimana cara menghindarinya, yaitu:
  • Selalu waspada dengan iming-iming keuntungan yang besar dan bisa Anda peroleh dalam waktu singkat.
  • Mengecek legalitas perusahaan apakah sudah memiliki izin dari OJK dan BAPPEBTI

Sebaiknya lakukan pengecekan terhadap kegiatan usaha yang perusahaan jalankan. Sehingga Anda tahu dari mana sumber keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan tersebut.

Pilih Investasi Obligasi yang Pasti-Pasti Saja Melalui digibank by DBS

Daripada memilih investasi yang belum pasti atau skema Ponzi, lebih baik jika Anda memilih investasi yang sudah terbukti dan terjamin. Misalnya seperti instrumen obligasi melalui Aplikasi digibank by DBS. Berinvestasi pada aplikasi ini akan membuat Anda sekaligus belajar bagaimana cara investasi obligasi atau instrumen lainnya.

Bukan hanya bisa berinvetasi saja Aplikasi digibank by DBS juga menawarkan banyak kemudahan dan keunggulan. Beberapa keunggulan tersebut antara lain:

  • Menawarkan produk investasi dengan harga mulai dari Rp1 juta atau $1000 USD
  • Menyediakan instrumen investasi yang lengkap pada pasar perdana dan sekunder
  • Semua transaksi termasuk investasi obligasi melalui satu aplikasi yaitu Aplikasi digibank by DBS.

Keputusan Anda untuk berinvestasi pada Aplikasi digibank by DBS merupakan solusi terbaik. Pasalnya aplikasi ini menyediakan produk yang benar-benar ada serta mengantongi izin resmi dari BAPPEBTI dan OJK. Sehingga Anda tak perlu merasa resah dan takut jika akan menggunakannya.

Pada intinya, Aplikasi digibank by DBS sangat bisa Anda andalkan saat ingin memulai investasi obligasi. Supaya lebih yakin, Anda bisa mempertimbangkan semua keunggulan di atas dan atau mencari informasi lebih lengkap di sini.

Tinggalkan komentar